Tentang Beasiswa Kambingku

By Waroeng Batja - 6/16/2017 12:53:00 AM



Beasiswa Kambingku merupakan rencana pemberian beasiswa untuk anak-anak waroeng batja dengan memberikan kambing sebagai tabungan pendidikan.

Beasiswa Kambingku terinspirasi dari website pengumpulan dana kitabisa.com yang melakukan penghimpunan dana publik (crowd funding). Kitabisa.com memilki jangkauan luas menghimpun dana untuk kepentingan bermacam kegiatan, sebaliknya beasiswa kambingku akan fokus untuk beasiswa pendidikan anak-anak.

Kenapa kambing? Alasan memillih kambing karena ukurannya yang tidak sebesar sapi atau kerbau dengan harga seekor kambing kisaran Rp.500 ribuan,. Dengan harga tersebut, maka pengelola beasiswa kambingku bisa dengan mudah membelikan dana yang terkumpul tanpa harus menunggu sampai angka jutaan rupiah.

Kambing juga cepat dalam pertumbuhannya, dalam satu tahun kambing bisa beranak 2 sampai 3 kali. Jika peserta didik butuh biaya mendesak, satu ekor kambing bisa dijual kemudian uang hasil penjualan bisa digunakan untuk memenuhi biaya pendidikan. Bandingkan  dengan sapi yang harga dasarnya 3 di atas jutaan. Jika peserta didik membutuhkan biaya pendidikan mendesak, sapi tidak bisa dijual sepotong-potong. Misalnya kita hanya menjual kakinya, kepalanya atau bagian tubuh lain. Maka kambing adalah pilihan yang cocok dijadikan sebagai “beasiswa hidup” untuk anak-anak.

Kambing-kambing yang sudah dibeli oleh pengelola beasiswa kambingku (pegiat waroeng batja) diberikan untuk anak-anak, selanjutnya kambing itu dititipkan kepada orang tua masing-masing. Kemudian anak-anak berkewajiban memelihara, mencari rumput, memberi makan dan minum serta memelihara kambing seperti pada umumnya. Orang tua bertugas mengarahkan anak mereka agar bertanggung jawab atas kambing mereka. Secara tidak langsung, anak-anak akan berusaha bertanggung jawab, belajar bekerja sejak dini, sehingga dikemudian hari mereka bisa mandiri secara finansial atau setidaknya mereka tidak terlalu membebani orang tua dalam hal biaya pendidikan dengan beasiswa kambing-kambing yang telah digulirkan.

Menitipkan kambing ke kandang orang tua bukan tanpa tujuan, selain anak-anak belajar mengurus kambingnya, mereka juga tidak akan dipusingkan dengan biaya pembuatan kandang yang biayanya bisa saja melebihi biaya satu kambing yang akan diberikan. “Beasiswa hidup” ini tidak bisa dijual, digadaikan atau digunakan selain untuk biaya pendidikan anak-anak yang memperoleh beasiswa. Kambing-kambing mereka hanya bisa dijual untuk kebutuhan pendidikan. 

Bayangkan jika dari sekolah dasar saja mereka sudah memulai program ini, maka mereka tidak akan takut menempuh pendidikan sampai jenjang pendidikan tinggi karena keterbatasan biaya. Bahkan mereka bisa memulai usaha sendiri karena telah memilki kambing, harapannya anak-anak yang memperoleh beasiswa juga bisa memberdayakan orang-orang di sekitarnya.

Mereka tidak perlu ikut arus urbanisasi, anak-anak bisa memulai usaha sendiri dan dapat mengembangkan kewirausahaan sosial. harapan lebih jauh mereka bisa kembali “pulang” untuk membangun daerahnya.

Selain model pemberian kambing secara cuma-cuma, model memberikan kambing secara bergulir juga bisa dicoba. Dengan program kambing bergulir diharapkan akan lebih banyak pihak yang merasakan manfaatnya. 

Model kambing bergulir yang saya maksud adalah pengelola kambingku.com memberikan kambing kepada si A. Kemudian si A memilihara kambing sampai melahirkan, ketika kambing sudah melahirkan maka anak kambing menjadi hak si A dan induk kambing diberikan untuk si B. Begitulah pola beasiswa kambing bergulir ini dilakukan sampai indukan kambing yang dipelihara oleh si A tidak bisa melahirkan/tidak produktif. Setelah tidak produktif melahirkan maka kambing yang pertama bisa diremajakan dengan indukan  baru yang produktif.

Jika pemberian beasiswa dengan model kambing bergulir ini berhasil makaa bisa saja digulirkan dalam bentuk yang lain. Pemberian beasiswa tidak harus kambing, tetapi disesuaikan dengan letak geografis si penerima beasiswa. Seandainya calon penerima beasiswa berada di daerah pesisir maka pengelola kambingku.com bisa memberikan modal untuk membuat tambak ikan atau hal lain yang sesuai dan produktif. 

Pemilihan nama beasiswa kambingku hanya sebagai simbol bahwa peluang memelihara ternak masih sangat menjanjikan untuk dilakukan.

Saya pribadi memilih kambing sebagai beasiswa karena anak-anak waroeng batja sangat dekat dengan kehidupan petani dan ternak. Jadi selain memperoleh kambing sebagai hewan peliharaan, kotoran kambing juga bisa dimanfatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman pakan seperti rumput gajah dlsb.
Jadi, tidak ada unsur yang terbuang dalam pola beasiswa tersebut. Semua yang berhubungan dengan pemeliharaan kambing bisa memilki nilai guna.

Jika ada #orangbaik yang ingin bergabung silahkan mengirimkan donasi ke Nomer Rekening BRI 5697-01-015792-53-1 AN. Lukman Hakim. Semua hasil kegiatan seperti seperti perolehan dana, pembelian kambing, penyerahan kambing dan yang berhubungan dengan beasiswa kambingku akan disampaikan lewat media jurnalisme warga waroengbatja.id sebagai bentuk transparansi.

Penulis: Lukman Hakim

  • Share:

You Might Also Like

0 comments